SUKADANA, SP - Infrastruktur jalan menjadi faktor akses utama dalam memajukan suatu daerah. Hanya saja, sampai saat ini masih banyak infrastruktur yang ada mengalami kerusakan serta belum mendapatkan bagian pengerasan atau diaspal.
Salah satu infrastruktur jalan yang buruk, tampak nyata di Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara (KKU). Jalan di ibukota Kecamatan Palau Maya ini, tampak rusak parah, bahkan tergenang air di mana-mana.
Padahal jalan tersebut adalah satu-satunya akses ekonomi masyarakat menuju pelabuhan Pulau Maya. Kondisi itu membuat perkembangan atau pembangunan di Kecamatan Pulau Maya jadi terhambat. Karena rusak parah, Warga Desa Tanjung Satai, bergotong-royong memperbaiki jalan dengan statrus jalan kabupaten tersebut.
Janji Kampanye
Ketua RT 03 Desa Tanjung Satai, Amran mengatakan, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan selama sekitar enam bulan. Menurut Amran, sampai sejauh ini belum ada upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten. Padahal, jalan tersebut adalah akses penghubung utama Desa Tanjung Satai dengan desa-desa lain.
“Sebenarnya, kewenangan perbaikan jalan tersebut memang berada di tangan Pemerintah Kabupaten. Warga banyak ngangkut kopra, karet, lewat situ, mobil tossa (kendaraan roda tiga). Kalau rusak susah lewat," kata Amran, kepada Suara Pemred, Jumat (15/5).
Amran mengungkapkan, kerusakan paling parah terjadi terutama saat musim hujan. Pasalnya, jalan tersebut belum diaspal atau masih berupa jalan tanah. Masyarakat berinsiatif melakukan gotong-royong supaya jalan tersebut dapat kembali dilalui.
"Dari masyarakat itu minta diperbaiki lah dari (pemerintah) kabupaten. Itu kan janji-janji bupati kemarin pun itu yang diungkapkannya," ujar Amran.
Lebih jauh disampaikannya, pada awalnya masyarakat berencana menanam pohon pisang di jalan yang rusak tersebut. Namun berubah pikiran karena memang jalan tersebut menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat untuk menuju ke Pelabuhan Tanjung Satai.
"Tadinya mau kami tanam pohon pisang, tapi karena jalan ini merupakan satu-satunya akses, hal tersebut tidak kami lakukan. Akhirnya kami bergotong royong memperbaiki jalan tersebut," ungkapnya.
Amran menyebutkan Bupati Citra Duani pada saat kampanye pernah menjanjikan akan memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Namun setelah 2 tahun kepemimpinannya, tidak juga terealisasi.
"Saat mencalonkan Bupati kemaren, Pak Citra pernah kampanyekan, kalau ia terpilih, ia akan baguskan jalan ini. Sampai sekarang tak ada, saya juga tak tahu apa sebabnya," terangnya lagi.
Dirinya berharap jalan tersebut bisa diperbaiki Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Karena ini satu-satunya jalan ke pelabuhan untuk masyarakat lewat dan juga mengangkut barang-barang.